Majalah alKisah

Majalah Islam Online

Tafsir Surah Ali ‘Imran (111-112) : Kehinaan atas Ahlul Kitab

www.majalah-alkisah.com“Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kalian selain dari gang­guan-gangguan celaan saja. Dan jika mereka berperang dengan kalian, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang, kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.”

Pada bahasan yang lalu ketika mengkaji ayat 110 surah Ali ‘Imran, kita telah mengetahui bahwa umat Islam adalah umat terbaik. Kali ini kita akan menyimak dua ayat selanjutnya, ayat 111 dan 112. Pada ayat 111, Allah memberikan jaminan bahwa Ahlul Kitab yang kafir dan ingkar tak akan dapat membuat mudharat kepada kaum mus­limin. Bahkan pada ayat selanjutnya di­nyatakan, mereka mendapatkan kehina­an di mana saja berada. Marilah kita per­hatikan kedua ayat tersebut dan penaf­sirannya sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya.

Allah SWT berfirman:

[adsense:250x250:0123456789]

Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kalian, se­lain dari gangguan-gangguan celaan saja; dan jika mereka berperang dengan kalian, pastilah mereka berbalik melari­kan diri ke belakang (kalah), kemudian mereka tidak mendapat pertolongan. Me­reka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka ber­pegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi keren­dah­an. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan mem­bu­nuh para nabi tanpa alasan yang be­nar. Yang demikian itu disebabkan me­reka durhaka dan melampaui batas.

 

Kemudian Allah Ta‘ala memberi­tahukan dan menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman bahwa me­reka akan mendapat kemenangan atas Ahlul Kitab yang kafir dan ingkar. Allah Ta‘ala berfirman yang artinya, “Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kalian selain dari gang­guan-gangguan celaan saja. Dan jika mereka berperang dengan kalian, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang, kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.”

Demikianlah yang terjadi. Allah meng­hinakan mereka dalam Perang Khaibar. Sebelum mereka, dihinakan pula oleh Allah, Bani Qainuqa‘, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Semuanya Allah hinakan. Demikian pula kaum Nasrani di Syam. Mereka ditaklukkan oleh para sahabat dan dicopot kekuasa­annya untuk selama-lamanya. Kekuatan Islam di Syam akan senantiasa berdiri hingga turunnya Isa putra Maryam dan mereka dalam keadaan demikian (me­meluk Islam). Nabi Isa pun memerintah dengan ajaran agama Islam dan syari’at Nabi Muhammad SAW. Maka salib pun dihancurkan, babi dibunuh, jizyah (pajak atas orang non-muslim) diberlakukan, dan tidak diterima agama apa pun ke­cuali Islam.

Kemudian Allah Ta‘ala berfirman yang artinya, “Mereka diliputi kehinaan di mana pun merka berada, kecuali jika mereka berpegang teguh pada tali Allah dan tali manusia.” Yakni Allah akan me­langgengkan kehinaan dan kerendahan kepada mereka di mana pun mereka ber­ada. Maka mereka tidak akan se­la­mat kecuali dengan tali Allah, yakni de­ngan jaminan Allah, yaitu ditetapkannya jaminan bagi mereka, diberlakukannya jizyah atas mereka, dan ditetapkannya hukum-hukum agama Islam yang ber­kait­an dengan mereka. “Dan dengan tali manusia”, yakni keamanan yang diberi­kan kaum muslimin kepada mereka.

Firman Allah yang artinya “Dan me­reka kembali mendapat kemurkaan dari Allah” yakni ditetapkan kepada mereka sehingga menjadi tetaplah kemurkaan Allah atas mereka, dan mereka memang pantas menerimanya. “Dan mereka di­liputi oleh kehinaan”, yakni tetaplah ke­hinaan itu atas mereka sebagai keten­tuan dan hukum. Oleh karena itu, Allah Ta`ala berfirman yang artinya, “Hal itu disebabkan mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak.” Yakni, sesungguhnya yang mem­bawa mereka kepada perkara de­mikian ialah kesombongan, kedengkian, dan kehasudan mereka, maka mereka pun ditimpa kehinaan, kerendahan, dan ke­kerdilan untuk selamanya, bersam­bung dengan kehinaan akhirat.

Kemudian Allah Ta‘ala berfirman yang artinya, “Hal itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” Yakni, sesungguhnya yang mengakibatkan me­raka mendapat kehinaan ialah kekafiran kepada ayat-ayat Allah, pembunuhan ter­hadap para rasul Allah, banyak me­lakukan kemaksiatan, kedurhakaan, dan penentangan terhadap syari’at Allah. Kita berlindung kepada Allah dari hal de­mikian, dan Allah-lah tempat memohon pertolongan.

AY


Pasang iklan dilihat ribuan orang? klik > murah dan tepat sasaran">Serbuanads >> MURAH dan TEPAT SASARAN